Ngotot Soal Pelucutan Senjata Nuklir, Korut Sebut AS Tak Menjaga Semangat Dialog

oleh

garudaonline, Korea Utara: Korea Utara mengecam Amerika Serikat karena terus mendorong komunitas internasional menekan Pyongyang dengan sanksi, meski pemerintahan Pemimpin tertinggi Kim Jong-un telah mulai melakukan proses pelucutan senjata nuklir.

Negara terisolasi itu menganggap Amerika Serikat tak setia menjaga semangat dialog antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada 12 Juni lalu.

Pernyataan tegas itu dikeluarkan media pemerintah Korut, KCNA, mengutip Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kamis (9/8).

Pyongyang menyebut pihaknya telah melakukan “langkah-langkah denuklirisasi praktis seperti menggentikan uji nuklir dan uji coba rudal antar-benua, tetapi Washington meresponsnya dengan tetap menghasut dunia internasional menekan Korut dengan sanksi.”

Selain denuklirisasi, Korut juga menyebut pihaknya telah beritikad baik dengan mau mengembalikan jenazah tentara AS korban Perang Korea mengikuti permintaan Gedung Putih.

Meski begitu, pernyataan Kemlu Korut itu tak secara gamblang menyalahkan Trump. Korut malah mengatakan bahwa “beberapa pejabat senior AS” yang dianggap bertentangan dengan keinginan Trump.

Kritik Korut ini muncul tak lama setelah penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, berkomentar bahwa Washington tak merasa Pyongyang benar-benar melaksanakan perjanjian denuklirisasi.

Bolton mengatakan AS “masih menunggu Korut untuk memulai proses denuklirisasi.”

Selain itu, Korut juga merasa tersinggung dengan sikap Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang mendesak negara-negara untuk terus menekan Pyongyang sampai proses denuklirisasi berjalan sepenuhnya dalam forum Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Singapura pada pekan lalu.

Kritik memang terus menghujani Trump karena pertemuan perdananya dengan Kim Jong-un pada 12 Juni lalu di Singapura dianggap tak berbuah apa-apa terhadap denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Dalam pertemuan itu, Trump menyebut Kim Jong-un sepakat memulai proses denuklirisasi, namun tak memberi tenggat waktu bagi Korut untuk melakukannya sehingga dinilai tidak jelas.

Di sisi lain, Korut berulang kali menegaskan bahwa proses denuklirisasi akan mereka lakukan secara bertahap. Pyongyang memang telah menangguhkan uji coba nuklir dan rudalnya sejak setidaknya awal tahun ini.

Korut juga dilaporkan telah melucuti sejumlah situs uji coba rudalnya. Pyongyang menganggap KTT AS-Korut di Singapura kemarin pun hanya langkah pertama dari perbaikan relasi kedua negara, termasuk dalam menyelesaikan isu denuklirisasi.(cnn/voshkie)

Berikan Komentar