Melemah, Rupiah Rontok ke Posisi Rp14.625 per Dolar AS

oleh

garudaonline, Jakarta: Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.625 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Kamis (8/11). Posisi itu melemah 35 poin atau 0,24 persen dari kemarin sore, Rabu (7/11) di Rp14.590 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah berbalik melemah bersama ringgit Malaysia minus 0,17 persen, yen Jepang minus 0,11 persen, dan baht Thailand minus 0,06 persen.

Sedangkan sebagian mata uang Asia lainnya, masih bersandar di zona hijau. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, dolar Singapura 0,01 persen, peso Filipina 0,24 persen, dan won Korea Selatan 0,35 persen.

Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju justru melemah dari dolar AS. Dolar Australia melemah 0,11 persen, dolar Kanada minus 0,06 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,03 persen.

Mata uang franc Swiss stagnan, sementara Euro Uni Eropa menguat 0,06 persen dan rubel Rusia 0,02 persen.

Kendati melemah pada pagi ini, namun Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan kembali menguat pada sore nanti.

Sebab, ada sentimen tambahan bagi penguatan rupiah, yaitu meningkatnya cadangan devisa Indonesia dari US$114,8 miliar menjadi US$115,2 miliar pada akhir Oktober 2018.

“Diperkirakan membaiknya cadangan devisa bisa memberikan sentimen positif kepada rupiah. Di sisi lain, ada penurunan laju dolar AS jelang Pemilu Kongres AS,” katanya, Kamis (8/11). (cnn/voshkie)

Berikan Komentar