Lulus Jadi Polisi, Yosua Situmorang Anak Petani Menangis Dipeluk Ayah

oleh
JADI POLISI PS

garudaonline – Medan | Suasana haru mewarnai lapangan upacara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumut di Hinai, Langkat usai berlangsungnya Ucapara Pembuaan Pembentukan Pendidikan Bintara Polri 2018 yang dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, kemarin.

Ratusan siswa yang akan mengikuti Pembentukan Pendidikan Bintara Polri 2018 itu langsung berhamburan menemui orangtua dan kerabatnya yang telah dengan sabar menunggu mereka di pinggir lapangan upacara.

Isak tangis pun pecah saat para orangtua memeluk erat anaknya yang lulus menjadi Bintara Polri itu. Para kerabat yang ikut mendampingi orangtua siswa juga tak kuasa membendung air matanya menyaksikan momen bahagia itu.

Albunus Situmorang (45) warga Desa Bangun Sari Baru, Dusun III, Tanjung Morawa, Deli Serdang, adalah satu dari ratusan orangtua siswa yang sangat berbagia pada hari itu.

Dia terlihat menangis saat memeluk putranya Yosua Situmorang (18) yang lulus untuk mengikuti pendidikan kepolisian. Dia merasa bangga karena meski dirinya hanya seorang petani, anak pertamanya itu dapat menjadi seorang polisi.

“Kami bangga dengan anak kami bisa lulus. Kami sudah mempersiapkan semuanya selama satu tahun. Apalagi ini merupakan cita-cita ompung (kakek)-nya mendiang sewaktu masih hidup,” ungkap Albunus dengan mata masih basah dengan air mata.

Begitupun Yosua. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada orangtuanya yang begitu men-supportnya untuk menjadi seorang polisi. Tak lupa dia juga mengucapkan syukur karena Tuhan mengabulkan keinginannya menjadi seorang polisi.

“Saya berjanji akan menjadi polisi yang baik, bisa bekerja dan melayani dengan hati. Saya sangat ingin membanggakan kedua orangtua saya,” ucap Yosua sambil menyeka air matanya.

Sebanyak 294 siswa resmi mengikuti Pendidikan Bintara Polda Sumut, Selasa (7/8). Sebanyak 293 orang di antaranya menjalani pendidikan di SPN Hinai, Kabupaten Langkat, sedanga seorang lagi menjalani pendidikan di SPN Batua, Sulawesi  Selatan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan proses seleksi untuk merekrut 294 calon Bintara ini cukup panjang. Dia juga menegaskan proses seleksi yang dilakukan pihaknya berjalan bersih dan transparan.

“Pertama kita syukuri perjalanan panjang seleksi ini telah berjalan sesuai harapan. Sistem bersih transparan yang selama ini kita pedomani juga berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada komplain dan aduan semacamnya,” kata Paulus Waterpauw kepada wartawan usai menjadi inspektur upacara pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2018 di SPN Polda Sumut di Hinai, Langkat.

Paulus berpesan kepada para siswa selama menjalani pendidikan 7 bulan ke depan dapat mengikutinya dengan penuh semangat dan menaati segala peraturan yang berlaku sehingga ketika lulus bisa menjadi sosok polisi profesional, modern, dan terpercaya (Promoter) yang siap melayani masyarakat dengan hati nurani.

“Harapannya dapat menjadi sosok polisi yang patuh pada hukum, memiliki kemahiran, supaya ke depan bisa menjawab tantangan di era globalisasi sekarang,” jelasnya.

(GT)

Berikan Komentar