Koyak dan Buang Alquran ke Selokan, Brigadir Tomi Divonis 16 Bulan Bui

oleh
Brigadir Tomi P Danil Hutabarat

garudaonline – Medan | Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada Brigadir Tomi P Danil Hutabarat selama 16 bulan atau 1,4 tahun penjara.

Dia terbukti bersalah melakukan penistaan agama yakni mengoyak Alquran dan membuangnya ke dalam selokan.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Tomi selama 1 tahun dan 4 bulan penjara,” ucap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Sabarulina Ginting dalam sidang beragenda putusan di ruang Cakra 8, Selasa 25 September 2018 sore.

Majelis hakim juga menyebutkan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 156a huruf a KUHP.

Menyikapi vonis tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marthias menyatakan terima. Vonis itu sendiri sama dengan tuntutan JPU yakni selama 1,4 tahun penjara.

Selama persidangan, tampak raut penyesalan dari waja terdakwa. Dia hanya diam tanpa berkata sepatah katapun.

Sementara itu, Ketua GNPF MUI Sumut, Heriansyah SAg yang mengikuti jalannya persidangan mengaku sangat kecewa dengan vonis tersebut.

“Vonis hakim tidak memenuhi rasa keadilan. Kenapa tuntutan jaksa dan vonis hakim sangat rendah,” sesalnya.

Dia berharap agar Kapolri melalui Kapolda Sumut memberikan sanksi pemecatan terhadap terdakwa sebagai anggota Polri.

“Dari institusi juga harus ada sanksinya. Supaya ke depannya jangan ada oknum polisi seperti terdakwa ini lagi,” tutupnya.

Berikan Komentar