Korupsi Dana Alkes, Dirut RSUD Djoelham Binjai Dihukum 5 Tahun Penjara

oleh
Sidang kasus dugaan korupsi dana pengadaan alkes RSUD Djoelham Binjai di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan

garudaonline – Medan | Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menghukum eks Direktur Utama (Dirut) RSUD Djoelham Binjai, dr Mahim Siregar selama 5 tahun penjara.

Terdakwa terbukti bersalah mengorupsi dana pengadaan alkes di RSUD Djoelham Binjai sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,7 miliar dari dana APBN Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 14 miliar.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi seara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar majelis hakim yang diketuai oleh Ferry Sormin di Ruang Cakra I Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (20/9/2018) sore.

Tak hanya dr Mahim Siregar, majelis hakim juga menghukum empat terdakwa lainnya. Mereka adalah Teddy Law selaku Direktur PT Mesarina Abadi divonis selama 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan, Cipta Depari selaku Kepala Unit Layanan Pengaduan (ULP) dihukum selama 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selanjutnya, Suhadi Winata selaku Ketua Pokja Pengadaan Barang/Jasa dihukum selama 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan serta Suryana selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dihukum selama 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan terdakwa Teddy Law terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Berikan Komentar