Hadapi Super Mangkhut, Duterte Pimpin Rapat Darurat

oleh

garudaonline, Jakarta: Presiden Rodrigo Duterte memimpin rapat komando darurat untuk mempersiapkan Filipina menghadapi topan super Mangkhut, Jumat (14/9).

Juru bicara kepresidenan, Harry Roque, mengatakan bahwa Duterte akan berada di kantor Dewan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) untuk membahas prosedur evakuasi darurat dan memastikan Filipina siap menghadapi Topan Mangkhut.

Biro Cuaca Filipina, PAGASA, menyatakan bahwa Topan Mangkhut dengan radius lebarnya akan menyebabkan hujan yang tersebar di wilayah Palawan dan Bicol mulai Kamis (20/9).

Hujan tersebut dapat memicu banjir dan tanah longsor, juga di wilayah Visayas dan Mindanao.
Topan ini diperkirakan akan melanda daratan di Cagayan Utara pada Sabtu (22/9) pagi.

Saat ini, Topan super Mangkhut yang masuk kategori 5 terpantau sudah berada pada jarak 725 kilometer di Timur Virac, Catanduanes, dan akan terus berembus dengan kecpatan 255 kilometer per jam.

Puncak badai ini bisa mencapai sekitar 220 kilometer per jam dengan kekuatan topan super hingga menyentuh 270 kilometer per jam. Mangkhut kemudian akan terus bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 kilometer per jam.

Sinyal siaga 1 pun diserukan di 26 wilayah di Luzon dan Visayas. Lebih dari empat juta orang di Filipina berada di wilayah yang akan dilewati oleh topan Mangkhut ini.

Menurut Badan Administrasi Pelayanan Bidang Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina sebanyak 16 provinsi di Luzon dan kepulauan Visayas telah mengelurkan peringatan badai Mangkhut dengan tingkat ancaman tinggi.

Palang Merah telah menempatkan tim pada tingkat siaga tertinggi di pulau itu sembari memperingatkan bahwa angin kencang dan hujan deras dapat menyebabkan kerusakan di pulau-pulau dan daerah pesisir Luzon.

“Kami khawatir terhadap 10 juta orang di Filipina yang hidup di jalur badai ini termasuk mereka yang telah mengungsi beberapa kali akibat musim hujan pada Juli dan Agustus lalu,” kata Ketua Palang Merah Filipina, Richard Gordon.

“Kami sedang mempersiapkan aset darurat dan barang-barang bantuan. Staf dan relawan kami sangat waspada untuk kemungkinan yang ada.”

Lebih berbahaya dari Badai Florence

Ahli Meteorologi Brandon Miller, mengatakan bahwa Topan Mangkhut lebih besar, lebih kuat, dan lebih berbahaya daripada Florence.

“Setiap wilayah yang terkena badai secara langsung akan merasakan dampak yang lebih signifikan karena ukuran dan intensitas topan super ini,” kata dia.

Namun, pesisir timur AS memiliki infrastruktur yang lebih padat dan banyak sehingga kerusakan diperkirakan tidak terlalu parah.

“Oleh karena itu, Florence hampir menjadi badai yang merusak. Namun, Mangkhut menghadirkan ancaman yang lebih serius terhadap kehidupan, mengingat badai ini akan menghantam dengan angin yang lebih kuat, di atas area yang lebih besar, dan memiliki gelombang badai yang lebih tinggi,” kata Miller.

Peringatan badai ini pun membuat negara-negara di Asia Timur dan Tenggara mengeluarkan peringatan darurat dan memerintahkan evakuasi.

Para pejabat di Hong Kong mengadakan pertemuan darurat pada Rabu (12/9), di mana semua departemen diperingatkan untuk mempersiapkan rencana evakuasi dan tanggap darurat.

“Ketika Mangkhut melintasi Laut Cina Selatan, kerusakan angin yang tersebar luas kemungkinan akan terjadi di China selatan dan sekitar Hong Kong menjelang akhir pekan, terutama di lokasi-lokasi pantai,” kata perwakilan Meteorologi AccuWeather, Adam Douty.

Queenie Lam, seorang pakar ilmiah senior di Observatori Hong Kong (HKO) mengatakan bahwa Mangkhut diperkirakan akan menimbulkan ancaman yang besar terhadap pantai di Guangdong, China, dan membawanya ke Hong Kong.

Ia berharap HKO dapat memberikan sinyal peringatan T8 ketika badai mendekati kota.

Biro Meteorologi dan Geofisika Macau juga memperingatkan bahwa Manghkut akan menimbulkan ancaman serius terhadap Delta Sungai Mutiara, di mana kota itu berada.

Mangkhut saat ini berada di jalur yang sama dengan Topan Haiyan yang menewaskan lebih dari 6.000 orang di Filipina pada 2013 lalu. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar