Presiden Rusia Maklumi Khabib, Minta Sang Ayah Tak Beri Hukuman Berat

oleh

garudanonline – Jakarta | Presiden Rusia Vladimir Putin bisa memahami aksi penyerangan yang dilakukan oleh Khabib Nurmagomedov ke kubu Conor McGregor setelah pertarungan berakhir.

Khabib tak kuasa mengendalikan emosinya dan langsung melakukan penyerangan ke kubu McGregor, terutama pada Dillon Danis yang dianggap menghina dirinya. Padahal kemenangan sudah ada di tangan Khabib.

Dalam perjumpaan Khabib dengan Putin, Presiden Rusia tersebut mengaku bisa memaklumi tindakan Khabib.

“Setiap orang bisa saja melompat dan bereaksi seperti itu. Bila kita mendapatkan serangan (kata-kata) dari luar, bukan hanya dirimu (Khabib), kita semua bisa saja bereaksi yang sama… ada harga yang harus dibayar,” ucap Putin seperti dikutip dari RT.

Meski memaklumi tindakan Khabib, Putin tak luput mengingatkan bahwa menahan diri untuk tidak bersikap seperti itu adalah hal yang lebih baik.

“Tentunya lebih baik jika tak melakukan hal tersebut (melompati pagar),” ujar Putin.

Setelah aksi penyerangan tersebut, sabuk juara dunia UFC tidak langsung diberikan kepada Khabib untuk menghindari kericuhan yang lebih besar di arena pertandingan.

Khabib sendiri kini masih harus menanti hukuman atas aksi tersebut. Sanksi berupa denda dan larangan bertanding kini tengah membayangi Khabib.

Conor McGregor sendiri telah mengatakan keinginannya untuk melakukan rematch lawan Khabib. Namun masih ada sosok Tony Fegruson sebagai penantang nomor 1 di kelas ringan UFC plus bayangan sanksi Khabib sehingga rematch mungkin tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Tak Beri Hukuman Berat

Pada kesempatan itu, Putin juga memohon agar Abdulmanap Nurmagomedov tidak memberikan hukuman berat terhadap putranya, Khabib Nurmagomedov, yang beraksi kelewat batas usai pertandingan UFC 229 melawan Conor McGregor.

Putin mengundang Khabib dan ayahnya bertemu langsung di kota Ulyanovsk. Dalam perbincangan tersebut, ketiganya membahas aksi keributan yang dilakukan Khabib usai pertandingan.

Khabib sukses mengalahkan McGregor lewat teknik submission atau kuncian di leher. Namun, kemenangan tersebut ternoda setelah Khabib melompat pagar dan menyerang salah satu tim McGregor, Dillon Danis, dan memicu keributan.

Petarung asal Rusia itu sudah meminta maaf dan mengaku tak mampu meredam kekesalannya pada Danis yang sempat melontarkan kata-kata provokasi menyangkut ayah dan agamanya.

Meski demikian, sang ayah tak setuju dengan respons brutal Khabis selepas pertandingan. Ia mengancam akan memberikan hukuman yang lebih berat dari Komisi Atletik Nevada (NSAC) dan UFC (Ultimate Fighting Championship).

Putin ternyata mendengar kabar ancaman yang datang dari ayah Khabib. Orang nomor satu di Rusia itu bahkan tak segan memohon kepada Abdulmanap agar tidak memberikan sanksi berat kepada Khabib yang sudah mengharumkan bangsa di arena.

“Saya akan meminta ayahmu untuk tidak menghukummu terlalu berat karena kamu meraih kemenangan dengan layak dan meyakinkan,” kata Putin melalui RT Sports.

Sementara itu, Khabib mengaku senang bertemu dengan sang presiden. Ia berharap kemenangan atas McGregor bisa menjadi kebahagian bagi masyarakat Rusia.

“Terima kasih banyak Vladimir Vladimirovich untuk sambutan hangat dan ucapan selamatnya,” kata Khabib di akun Instagram pribadinya.

“Dan saya sangat senang bahwa kemenangan saya membawa banyak kebahagiaan bagi negara multinasional kami. Ini adalah kemenangan kita bersama.”

NSAC yang menaungi semua olahraga beladiri tangan kosong melayangkan sanksi larangan bertanding satu bulan kepada McGregor atas provokasi berlebihan. Sementara sanksi untuk Khabib masih dalam pembahasan komprehensif.

Presiden UFC Dana White menyebut Khabib kemungkinan juga bakal dijatuhkan denda US$250 ribu (saat ini setara Rp3,8 miliar) termasuk sanksi skors empat hingga enam bulan.(g06/CNN)

Berikan Komentar